Showing posts with label nye-pam. Show all posts
Showing posts with label nye-pam. Show all posts

Thursday, 2 January 2014

2013 (yang terlewatkan)

2013; aku akan menuliskannya dalam hal2 yang teringat dalam otakku. Hal2 menyakitkan, menyedihkan, bahagia dan apa saja yang termemori.

1. Januari. Kegelisahan yang nyata. Beruntung, ditimpal euforia awal mulai mengerjakan skripsi.
2. Maret. Hari ke-15. Tak akan pernah aku lupa, tak akan bisa. Berada pada titik nol, atau minus? Aku cacat.
3. Maret. Stuck'nya skripsi lebih pada kesakitan yang amat . Lahir batin. Menjadi abnormal.
4. Akhir maret. Berurusan dengan aparat. Bukan aku. Tapi cukup menyita simpati.
5. April. Sepertinya banyak senyum.
6. Juni. Perjalanan ke Ijen Banyuwangi. Kita.
8. Juli. Pindah kost. Berdamai dengan kata 'pulang'. Tak pernah mudah.
9. Bulan puasa. Lebih banyak di rumah.
10. Hampir lebaran. Babak baru skripsi, proposal acc.
11. Agustus. Banyak di sekolah.
12. Oktober. Sidang skripsi.
13. Oktober. Gagal wisuda periode Desember.
14. Yudisium dan berhak S. Pd tertanggal 31 Desember 2013.

15. Mas sidang.

Time flies. 2013 tamat. Hanya untuk menyadarkanku bahwa tak banyak hal termemori. Apakah tak berkesan? Apakah tak begitu penting? Apa? Siapa? Bagaimana?

Ada hal2 yang aku lewati, ada hal2 yang tak mampu ku genggam.

1. Restu.
2. Bali.
3. Wisuda akhir tahun.

2014? Aku datang dengan mimpi lama.
1. Restu.
2. Kerjaan layak.
3. Kita.
4. Jarak. Antara kau dan aku yang mungkin akan mengulur jarak hingga ratusan kilometer, atau kita dengan masalalu yang justrumemotong mil2 jarak..
5. Bali.




Inuin, lengket. Krim malemnya kebanyakan.


Happy wedding, friend.

2014. Hari kedua.
Halooo.. Hepi nyu yier, everyone. Banyak ide nulis tentang apa2 yang saya alami hari2 akhir ini, tapi tidak sempat. Atau tidak menyempatkan. Malas. Internet hape yang tidak memungkinkan dan...biasanya milih tidur, daripada ng'draft postingan.

Um..okay. Pertama, mari saya tulis tentang hari ini. Karena anggap saja ini yang paling mungkin. Mudah.

Yup. Temen nikah. Temen dari kecil dan tinggal di seberang rumah. Untuk se'circle, ini penghabisan. Iya. Tinggal saya saja yang belum. Dan temen ini, yang goal tanpa 'isu murahan'. Salut. Padahal, dari sejarah percintaan, mungkin dia yang paling mungkin 'keblinger'. Eh, atau aku yang mudah ng'judge hm? abaikan kalimat sebelum ini . Tapi nyatanya dia yang paling bisa jaga sampai tamat. Congrats, dear.

Selamat berbahagia dengan suami, semoga samawa ya?? Amin.



Ini foto banyak yang tidak stanby, tapi ini yang paling jelas. Lainnya blur. Huh.


Inuin, sudah pakai krim malam.

Saturday, 30 November 2013

Tentang 'aku-ingin-sendiri-dulu,-boleh?'

Sekitar dua hari lalu, saya dapat penyataan itu dari pacar. Simple. Dan sedikit mengejutkan. Bukan. Bukan 'sendiri' dalam artian minta putus untuk 'being single', tapi waktu untuk diri sendiri. Tanpa gangguan, rajukan, dan rengekan kekanak-kanakan dari ku. Mungkin juga dari orang lain.

Sedikit mengejutkan karena aku yang waktu itu dalam mode 'kangen-akut' dan paginya sudah mengajak untuk keluar makan setelah pulang ngeles. Mengejutkan lagi bahwa aku sadar, kadang memang kehadiranku tampak tak membantu. Justru mungkin mengganggu. Yah, tahu kan. Aku hanya ingin sekedar memberi tahu kalau aku peduli, mungkin dengan memeluknya mengalirkan energi positif, dan sebagainya itu. Tapi, tidak untuk hari itu. Acara keluar ditunda. Aku sama sekali tidak menemuinya. Dia bilang ingin sendiri.

Dan apa bagian paling melegakan? Dia memintanya. Pengertianku. Bahkan dia meminta dengan halus. Membuat luluh. Yang ku katakan hanya ''iya, cepet kembali padaku ya sayang''. And it works.

Kedua pihak sepakat, percaya, pengertian, dan tidak ada salah paham. Dia kembali lebih cepat dari yang ku kira. Memelukku dan berterima kasih dengan menebus acara keluar yang sempat batal.

Jadi... Kadang memang seseorang butuh waktu untuk sendiri. Bukan hanya dia, mungkin kalian, juga aku. Just say it. Bilang saja. Seberapa banyak waktu yang kamu butuhkan, bilang. Minta dengan halus. Dan yang dimintai, beri. Beri dia waktu sebanyak yang dibutuhkannya. Pesan saja 'cepat kembali, sayang' atau 'ingat aku, ya'. Dia pasti akan kembali. Memelukkmu.

Jangan malah tiba2 menghilang, tidak balas watsap, bbm, dan segala macam komunikasi. Bikin tambah cranky untuk yang ditinggalkan. Tambah merusuhi kamu dengan segala rajukan dan rengekan. Sesimple bilang 'aku butuh sendiri dulu ya sayang'. Dan yang dimintai, bisa kontrol segala macam komunikasi agak kiranya tidak menambahi pusing pikiran. Bukan, bukan sama sekali tidak kontak. Tapi membatasi, kendalikan. Tahu kan maksudnya, halooooo??

Pagi ini di linimasa twitter, ocehan adik sepupu sepertinya juga mengalami masalah yang sama.


Pesen untuk adek: janganlah galau berlebihan. Kasih dia waktu. Seharusnya untuk kualitas pacaran kaya kalian, it works.
Hehehe..

Inuin, lagi nunggu bakul jenang lewat.

Thursday, 21 November 2013

i'm screwed up

teeeeeetttttttttt... 21 november 2013. apa yang tertinggal?? BANYAK.

salah satu yang bikin agak2 kesel itu... revisi skripsi pasca sidang yang nggak kelar-kelar. dan salah siapa?? oke, oke. salahku. enggak ngerjain dari minggu pertama habis ujian, errrr.. ngerjain sih, tapi setengah-setengah. emang merapikan semua itu butuh waktu lama, tapi acara menunda-nundaku itu, membuat semakin lama. sekarang? semua lapisan kertas demi kertas skripsi sudah oke, malah dosennya yang enggak bisa ditemui. harapan mekar ketika rabu, 13 november ibuknya dengan manisnya bilang "jum'at selesai ya?". kupikir beliau menaarkan jum'at selesai dan bisa ditandatangani, -ndak usah nunggu jum'at ibuk.. kamis pun aku mau. tapi apa daya, jumat?? ha-ha.. ibuknya cuma dateng ambil gaji nguji dan pergi lagi... skripsi ku?? ohhooo.. ditumpuk lagi dan hari senin bisa ambil. senin ambil?? oyahh.. sudah berangkat pagi ke kampus jalan bantul, nunggu berjam-jam dan ibuknya melempar bom itu.."saya ada urusan mendadak di dekanat, besuk rabu jam 11 ya?" dhuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrr... males, kesel, mangkel, dan...........terseraaah dahhh...



yudisium? terakhir daftar harus hari senin, jadi ini sih rencana saya:

1. kamis ini harus dapat acc dari bu Arumi

2. jumat;




  • ke pak agung jam 10pagi konsul jurnal

  • ke pak wakiman, ttd revisi, ttd syarat2.. nglobi keterlambatan (semoga jurnal langsung oke, tapi itu muluk2 kan? iya)

  • ke subbag.. hammbuh iki piye kelanjutanne

  • revisi bu hida, revisi subbag

  • bayar yudisium btn

  • fotokopi skripsi, jilid, burn, pdf



3. senin



  • ke subbag ttd dekan

  • ngider skripsi, upt perpus pusat, fip, mandala?

  • pak jati, bu hida, ttd dhs



itu sih rencana saya, selanjutnya kan tinggal jalanin, semoga lancar, tepat waktu sesuai yang diharepin demi kemaslahatan umat.. halaaahh...






inuin, nunggu bu arumi, fip

Monday, 4 November 2013

Sore random...

16:25wib.
Tulisan in bakal random. Persis suasana hati saya sekarang.

Pertama, saya akan tulis kalau saya kangen. Apa? Iya. KANGEN. Terhitung 15jam saya tidak komunikasi dengan kekasih. Sepi. Kepikiran. Mas sedang dalam pendakian di Lawu bareng temen dari Surabaya. Ya, temen yang ketemu di Malang, ketika pendakian di Arjuna. Kok bisa ya? Saya sendiri heran. Bagaimana mas bisa menjalin ikatan dengan temen-temen yang baru sekali bertemu, dalam pejalanan singkat pula. Ah ya. Jangan bandingkan dengan dirimu, Inu! Dirimu yang tidak normal. Oh oke oke. Mereka ini ketemu dalam pendakian Arjuna. Waktu itu mas yang hanya berdua dengan temennya, -mas warih tidak bisa nyalain kompor gas kaleng yang mereka bawa. Untung ada arek Surabaya ini. Karena dianya sendiri enggal muncak, dipinjemkanlah itu alat masaknya. Dari situ, pertemanan terjalin. Saling menghubungi jika salah satu singgah ke kota masing-masing. Seperti bulan2 awal tahun lalu, mas harus ke Surabaya dan dia, -kalau tidak salah Baharuddin yang ng'jemput di terminal Bungurasih. Nganterin ke tujuan mas, dan nemenin selama di Surabaya. Dan sekarang giliran mas yang nemenin mas Baharuddin ini mendaki Lawu. So.... Di sinilah saya, mikirin mas yang belum kasih kabar. Mungkin belum turun, jadi hape masih off. Semoga tetep lancar, sesuai rencana. Sehat. Puas. Dan baik-baik saja. Saya sih sabar lah nunggunya. Hehehe. Kangen, Tuaaaaaan. :(

Kedua, rumah sedang hujan. Tidak se-drama kemarin yang pakai angin gedheeeee, hujan kali ini lebih romantis. Gerimis. Kalem. Dan menyejukkan. Menenangkan juga. Ah menambah kangen.

Saya baru saja pulang dari rumah simbah saya. Yang kebetulan masih se-desa. Maunya mau nongkrong asyik dulu di sana, tapi hujan jadi buru-buru pulang. Kalau dipikir2, saya jarang sekali menyambangi rumah simbah. Semenjak saya beranjak remaja mungkin. Hah, berapa tahun yang lalu? Tujuh? Sepuluh? Jaman saya masih kecil, rumah simbah adalah tempat favorit saya untuk main. Sering kali siang saya habis di rumah ini, kalau sedang tidak ada teman main di rumah tentu. Ah... Masa2 itu. Ndengerin radio, main dagang2an, pelosotan, tiduran di teras... Bahagia. Seiring waktu, kesibukan sekolah membuat saya jarang bertandang. Mungkin hanya jika ada urusan. Disuruh ibu nganter sesuatu. Hingga lama kelamaan, ada rasa enggan. Hhh..

Tapi yah, semoga simbah tetep sehat, dibukakan hatinya untuk sesuatu pintaku, hehehe...


Yang di Lawu, baik2 yaaah... Cepet pulang.. Hati hati.. Saya kangen, Tuaaan... :((

Thursday, 24 October 2013

ada yang ijab lagi..

Siapa? Ahaaa.. Hari ini satu lagi temen sepermainan saya melangsungkan ijab. Temen yang dari sejak balita bermain dengan saya bersama temen2 yang lain. Ditambah sekolah di TK dan SD yang sama, kami bagai kumpulan yang tak terpisah. Masa2 itu... Ahhh.. Saya masih ingat, seperti baru kemaren saya, dia dan 3 temen lainnya bermain lompat tali, berlomba-lomba siapa yang bisa lompat tanpa senggol sampai batas kuping. Temen saya ini bisa, saya?? Hahaha.. Keajaiban jika bisa lewati pundak.

Masa2 SD yang menyenangkan. Kami begitu solid. Pun dengan TPA. Saya, Lia, Ika. Trio kwek kwek. Hahaha. Masa2 yang saya rindukan.

Terpisah ketika mulai menginjak gadis remaja labil. Masa2 akhir SMP. Mereka tumbuh menjadi gadis kembang. Gadis yang menurut laki2 sebaya menarik. Punya pacar dan ganti ganti. Saya? Hahaha. Masih tetap ingusan. Pola pikir dan lingkungan yang menyebabkan kami menjadi agak segan berkomunikasi. Masa SMA yang berbeda sekolah dan latar kulturnya, temen masing2 yang tidak saling kami kenal, waktu dan kesibukan membuat komunikasi sebatas hai halo. Berakhir dengan benar2 tak tahu kabar.

Hingga peristiwa2 besar terjadi, fera yang menikah duluan, kemudian lia, sutini, dan sekarang ika..

Saya?? Masi struggling dengan revisi skripsi... Hahaha.

Tapi tak jadi soal, saya tetap turut berbahagia, semoga menjadi keluarga yang berbahagia, berkecukupan kasih, materi, dan apa sajaa.. Saya cuma bisa mendoa'kan.. Dan berharap ada sebuah pertemuan, perbincangan yang akan kita lakukan.. Iya.. Kita..berempat berlima.. Mungkin berbicara tentang waktu yang begitu cepat berlalu, apa saja yang sudah kalian lakukan selama itu, saya juga tak keberatan kalian bicara soal laki kalian.. Hahaha.. Yeah.. Girls talk! Um girl? No! Women. Hahaha..


Happy menikah, Ika...

Thursday, 12 September 2013

Kenangan (usang)


---- Hmmmm.. anehh,,sekarang aku jadi mengingat- ingat bagaimana semua ini berawal. Mengira memilih tempat duduk yang salah pada awalnya, tapi sekarang aku mulai berfikir betapa pemurahnya Tuhan padaku. Begitu sangat tidak masuk akal karena efek sesudahnya sangat buruk, yang kulakukan saat ini  hanyalah sebentar-sebentar tersenyum, sebentar-sebentar mengernyitkan kening, lalu memegang kepala dengan kedua tanganku dan meneriakkan “aaarrgggghh”. ---

Paragraf ini di update-statuskan oleh seorang teman di facebok beberapa hari lalu. Kebetulan seorang teman yang jarang buka facebook, jadi sekalinya muncul di beranda facebook saya gerak jari melambat dan terpaku. Hei... Sepertinya saya kenal paragraf itu. Ingatan membawa saya ke sekitar 2-3 tahun lalu. Ini punya saya, kan? Begitu saya ketikan di kolom comment, yang segera di jawab singkat iya. Bukan, bukan soal dia menuliskan ulang tanpa nama saya. Saya hanya jadi mengingat, ini dulu tentang momen yang mana ya? Satu, lima, 7 menit saya tak menemukan di otak saya. Tentang apa, tentang siapa, saya penasaran. 

Entah kenangan itu begitu tak penting sehingga otak saya secara otomatis membuangnya, atau memang itu murni karangan imaji saya. Yang pasti itu ada kaitan dengan Love-Life saya, atau seseorang kan? Saya pikir iya. 

Dan hari ini, jam kosong setelah bimbingan skripsi yang ke-entah-berapa-kali-nya, duduk di pojokan perpus, saya berniat memposting foto-foto saya bersama kekasih ketika saya menemukan folder bernama "New Folder" di dalam folder "Sudut Hati". Jika berbentuk folder map dengan file2 kertas, mungkin akan ada di Sudut Kamar dengan debu halus sekitar 0.3cm tebalnya. Fiuuuhh. Saya buka, dan benar ini file usang sekitar 2-3 tahun lalu. 2010-2011.

Banyak file word bernama sebuah tanggal berurutan. Ahhh..ya ini semacam diary. Mungkin euforia laptob baru. Mungkin sekedar iseng seneng ngetik, daripada tulis tangan. 

Dan yah, saya jadi inget paragraf itu pernah saya simpan di sini. Saya cari dan di dalam file bernama "Agustus 2010" lah paragraf itu tertulis jelas. Jadi ini ditulis bulan Agustus 3 tahun lalu? Ada apa di bulan itu? ----- tetap tidak saya temukan.

Ahh.. mungkin benar juga. Ada beberapa peristiwa yang memang harus lewat begitu saja tanpa kita mengingatnya setelah bertahun-tahun. Yang tersisa hanyalah tulisan, yang bahkan ketika kita me-re-call kenangannya pun tetap tak hadir.


Sunday, 1 September 2013

*kesian* moment(s)


Berawal dari status di fesbuk yang aku kasih end-statement *kesian, kesian, kesian :/*. Sebenernya status biasa, curhat plus iseng saja. Bolehlah, dire-write di blog.
1. ini engga ada yang mau ngado all set novel santhy agatha?? *kesian kesian kesian :/*
Friday, 30 August 2013. 09:32pm.
Hari itu aku ulang tahun. Iseng aja updet status minta beliin all set novel mbak santhy yang sudah aku ikuti lewat Blog pribadi dan Situs . Ehh ternyata engga ada yang ngasih surprised buat beliin. Aduuuh, kesian kan aku! Iya.
2. wattpad aja ngucapin happy birthday, kamu malah engga sih?
*kesian, kesian, kesian :/*
Saturday, 31 August 2013. 08:30pm.
Masih dalam suasana hari ulang tahun yang emang rada kesian akunya, sabtunya aku buka2 email yang di inu.dreamer@gmail.com, nemu email dari team wattpad yang ngirim ucapan 'happy birthday'. Nah, so sweet kan? Terus jadi inget kalau pacar engga inget blas hari ulang tahunku, jadi engga deh ngucapin. Baru ngucapin pas aku wasap dia, ngingein jam setengah 12'an malem itu. Hih. Boro2 kado, ucapan aja enggak. Kesian lagi kan aku? Iya.
3. ke sarangan? iya. dalam mimpi.
*kesian, kesian, kesian :/*
Sunday, 1 September 2013. 11.59am.
Yup. Seharusnya hari ini aku dan pacar jalan ke sarangan. Janji? Sudah dari minggu2 kemarin. Nunggu ambil data. Kemarin sepakat untuk berangkat hari minggu ini. Sekalian mampir solo, temu temen, beli jeans. Tapiiii... Yah, si dia kan kalau belum jam 1 siang belum standby. Mau bangunin ke sana, ndak ah. Alhasil cuma bisa coba2 call, sesuai sepakat semalem. Dan puluhan call, tetep saja engga ngefek. Tuh masih tidur. Jadi yah... Kemungkinan gagal. Dalam mimpi deh jalan2nya. Kesian kan? Iya. Aku.

Dan masihkah ada momen *kesian, kesian, kesian :/* aku lagi?? Tunggu deh...

Friday, 30 August 2013

Happy birthday, saya!



Yap. Selamat ulang taun, saya sendiri. *sambil ngaca*. 30 agustus tahun ini, ganjil sudah usia jadi 21. Hmm.. Usia yang kata iklan d TV usia ideal untuk nikah.. Asiiiiiikkk.. Itu berarti kalau saya updet status, ngetwit 'pengen nikah' udah pantes kan ya.. Hhaha.

21 tahun. Dan apa yang sudah saya lakukan?
Berdamai dengan studi? Oke, sepertinya cukup. Saya mulai ada pemikiran menyenangkan tentang menjadi seorang guru SD. *efek bar penelitian*. Mulai ada greget untuk cepet2 bisa duduk di kursi yang menghadap ke puluhan kursi siswa di kelas. Mengenal setiap anak, menjadi orangtua mereka di sekolah. Ahhh...
Skripsi? Ehem.. Sedang dalam proses mengolah data. Dan ini akhir agustus, jadi saya hanya punya waktu sekitar sebulan untul mengujikan, jika ingin wisuda akhir tahun. *ini resolusi*. Dengan dosen seperti pak wakiman, hmm.. 4x pertemuan tak cukup revisi bab 4 dan 5. *nangis*

Love-life? Setiap bahas ini... Saya nyaman, mungkin dia juga. Saya bisa melihat saya bisa menghabiskan waktu seumur hidup dengan dia, mungkin dia juga. Tapi rumit. Adat. Social environment. Orangtua. Keluarga. Semua memusingkan. Entah...

Di umur ini itu saja yang jadi fokus saya. Seneng banget itu yang ngucapin selamat dengan dua doa: 1) cepet lulus 2) cepet nikah...
Ayeee... Hahahaha..
Kado? Hmm.. Saya terbiasa tak pernah mendapat. *kesian*. Tapi yang paling saya inginkan.. All set novelnya mb Santhy Agatha. *kode*

Terima kasih untuk yang mengucapkan selamat via fb, twitter, sms, wasap, wechat, lisan, amin untuk doa2nya.. Semoga apa yang jadi keinginan saya bisa tercapai.

*cepey lulus and cepet nikah*
Apasihh....

Wednesday, 7 August 2013

Shocking 'conversations' today!

Iya. Hari ini bener2 mengagetkan. Dengan sengaja membaca percakapan di hape seseorang, yang sialnya dia deket. Yang tak mau aku pikir-dia-begitu-ternyata-sama-saja. Aahh.. Walaupun baru secuil chat, tapi itu menyimpulkan segalanya. Bukan, bukan aku menghakimi. Toh aku juga begitu. Sama. Tapi, tetap saja, ada perasaan 'uuuhhh'. Aahhh entahlah...

New app on my symbian phone

Gegara saya suka males ke tempat sepupu saya yang ada hotspot yg kebetulan juga lemotnya ampuuunnn daah.. Akhirnya mutusin buad beli app 'Blob: Blogger Client' di ovi store nokia. Sebenernya sih uda download yg free, tapi app ini terbatas banget., engga asik.. But..kalo yg beli ni kayanya lumayan mirip ama kalo dr pc. Nyoba dulu inii..

Saturday, 27 July 2013

Gempa Jogja 27mei2006 #my un-told story


Sabtu, 27 mei 2006.
Aku masih berumur 14 tahun. Masih ingusan. Baru saja menyelesaikan rangkaian ujian nasional SMP. Tepat 3 hari sebelumnya. Ujian berakhir di hari rabu.
Karena memang libur dan terbiasa bangun jam 6 pagi, -setelah diobyak2 tentunya, hari itu juga enggak segera bangun walaupun bapak mpun nggugah
“Nu tangi!! tuku sarapan!!”
“Nggg…” sambil benerin selimut.
Sejam dua jam sebelumnya sebenernya juga sudah bangun, terganggu teriakan Pak Blegug Mbometen yang lagi mabuk sepertinya, manggil2 mas2 tetangga seberang. Berisik!.
05.50 wib
Pertama kali kesadaran yang meghantam itu seperti mendengar suara gembrubuk, ranjang goyang, suara berisik di langit2 rumah. Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung lompat keluar kamar, pintu satu selamat, pintu dua oke, pintu ketiga… baru 4 langkah engga k tahu gimana tiba2 posisi sudah ndeprok, kemungkinan jatuh nabrak motor. Sadar2 badan, dada ke bawah sudah ndak kelihatan, kepala masuk kolong usuk, tangan kiri tertintih usuk susah diangkat. Dan hanya bisa bilang…
“Ma…ma.. reneo!!” sambil nangis.
Suasana sudah putih debu labur reruntuhan rumah. Jarak pandang enggak sampai 2 meter. Setelah nagis teriak2, bapak, ibu, dan mbak dateng.. histerislah mereka. Berusaha ngeluarin aku dari reruntuhan puing2 tembok dan blandar.
“sikile ra po2 to?” ibu ku panik. Ngecek kaki, dikiranya ada yang patah ketimpa reruntuhan. Alhamdulillah sih enggak, hanya lecet2 yang…yah lumayan banyak lah. Juga agak pincang jalannya. Baru ngeh juga kalau rumah sudah hancur. Sedih. Masih sempet lihat bulikku yang dateng nangis2 buat ngecek keluarga. Alhamdulillah juga semua utuh. Dari simbah sampe sepupu, enggak ada yang luka. Cuma aku doang. Ahhh…
Aku disuruh ibuk untuk periksa ke Puskesmas. Minta obat luka. Kebetulan sih deket. Karena emang yah masih manut2 getu, mau2nya aja nih aku jalan ke Puskesmas. Padahal kan pengennya bareng sama keluarga. Masih panik dan shock juga. Juga lukaku kan enggak parah2 amat. Tapi yah namanya anak kecil, dipaksa2 getu.
Puskesmas
Tiba di Puskesmas sudah banyak orang. Histeris. Luka parah. Kebanyakan sih ya tua2, anak2, ahh merata juga sih. Di sana juga panic dan enggak terurus. Puskesmas juga rubuh. Obat terbatas. Nunggu angkutan buat evakuasi ke klaten kota.
Karena enggak tahu apa2, mau pulang takut dimarahi karena luka belum diobati, akhirnya ngikut aja getu mobil pick-up yang lumayan penuh orang luka, kebetulan juga ada 2 orang tetangga deket rumah yang ikut, aman lah pikirku. Ada yang ku kenal. Mobil akhirnya jalan menuju Puskesmas Jogonalan, pinggir jalan raya Jogja-Solo.
Di sana makin parah. Semua luka enggak terurus. Apa lagi hanya luka ringan kayak aku. Yang ada itu obat Bethadin dituang ke baskom gedhe, suruh nyelupin kapan sendiri. darah berceceran di lantai. Orang2 nangis. Teriak2. Ahh.. pusing!
Entah jam berapa…
Keadaan makin kacau karena ada isu ysunami dari barat. Klaten tuh kan deketan sama Jogja. Kabar tsunami dari Parangtritis. Juga kalau di berita Aceh itu kan tanah2 pada bengkah dan ngeluarin air. Langsung panik lah kita. Ketakutan. Riuh. Ruas jalan raya Jogja-Solo semua dipake buat ke arah timur.
Aku yang anak kecil cuma ngikutin tetanggaku aja. Lari2 ke timur. Sampai desa Kraguman itu, ada yang punya armada bis. Orang2 pada naik. Kita ikutan naik. Kemanalah yang penting menghindari tsunami. Yang ku pegang saat itu sih keyakinan bisa bareng2 sama tetangga. Ada yang dikenal kalau sampai hilang. Keadaan emang panik, tapi sempet ngebayangin juga kalau sampai hilang, terpisah dari keluarga, di pengungsian yang jauh, keseret tsunami. Ahhh…
Tapi, baru beberapa meter, lupa udah masuk jalan raya belum ya, bus berhenti. Enggak jadi jalan. Penumpang semua turun. Tau deh kenapa. Akhirnya aku dan tetangga2ku yang berberapa itu mutusin buat jalan ke rumah. Pulang. Jalan kaki. Dan bayangkan…jalan kaki?? Iya. 10 km!! ahh..rasa hati sudah tak tentu. Ditambah pemandangan mblusuk2 desa. Parah. Rumah2 hancur. Rusak berat. Capek.
Pas perjalanan kaki ini, rasa hati ini udah dongkol aja getu sama orang rumah. Coba tadi engga nurut ke Puskesmas. Coba tadi engga ikut mobil pick-up. Coba engga takut sama ibuk. Coba ibu engga nyuruh2 maksa begitu. Ahhhh… rasanya hanya pengen nangis. Diem aja deh sepanjang jalan. Terserah. Sayaa capek, mangkel, sedih. Engga peduli juga sama tetangga yang sempet2nya mungutin pepaya di pinggir jalanan yang rontok kena gempa. Rrrrr.
13.00pm
Sampai rumah. Akhirnya. Disambut heboh sama ibuk.
“seko ngendi wae, tak goleki”
Mangkel. Iya, kalau ibuk engga nyuruh ke puskesmas enggak bakal deh ngalamin kejadian yang begini. Nangis.
Ternyata orang rumah juga heboh nyariin aku. Ngalor-ngidul, Tanya siapa2 pada enggak tahu aku dibawa kemana. Apalagi isu tsunami, katanya semua orang pada lari2 naik ke gunung. Saudara yang mati pada ditinggal. Panik semua.
Juga katanya nyuruh mbakku yang langsung pulang dari Kebumen untuk mampir rumah sakit. Nyariin aku. Dan dia sampai mbukain penutup2 mayat tuh. Takutnya aku uda enggak ada. Ahh...
Tenda darurat
Keluargaku sih enggak ikut di tenda darurat yang banyak orang, tapi manfaat'in atap seng yang kabur dan semender di pohon mangga depan rumah. kecil sih, tapi nyaman enggak bareng2 sama banyak orang. juga ngambil kasur dari kamar ku. 
dan selanjutnya, nikmatin hari2 sebagai korban bencana alam. aakkk.. 

cerita ini nih enggak pernah aku bagi sama orang2. bahkan keluargaku sendiri aja enggak tahu detailnya. apa lagi yang adegan jalan kaki itu. soalnya pada diketawain. ihh..sebel kan..
cuma kemaren aja pas ngobrol2 tentang gempa, ehh jadi pengen share..hhehehe.. 
sekarang sih sudah 7 tahun berlalu. dan rumah2 di semua wilayah gempa, udah lumayan bagus2 sih ya.. sudah rapi... gempa2 juga jarang,. trauma sih kagak, kalau cuma gempa2 kecil.. malah ketawa aja kalau liat temen2 yang dari luar kota pada heboh kalau ada gempa pas jaman di kost tuh, akunya lanjut tidur..udah biasa..hehehe..

Tuesday, 16 July 2013

Polaris

setelah kemarin update tentang polaris di facebook.. kali ini biar ku tulis di sinii..

polaris juga disebut bintang utara adalah bintang paling terang pada rasi bintang Ursa Minor (wikipedia).  walaupun bumi kita ini berputar 24 jam polaris akan tetap berada ditempatnya, karena berada di dekat sumbu bumi yaitu kutub utara. kalau kita ada di kutup utara, polaris akan tepat berada di atas kepala..sedangkan kalo kita ada di daerah khatulistiwa, polaris berada di batas cakrawala. 


polaris ini istimewa karena selain cahayanya sangat terang juga karena bisa menjadi rujukan navigasi. jika kalian tersesat, maka carilah bintang paling terang dari rasi yang berbentuk beruang. itu Polaris. dan itu arah utara.

nah, kenapa saya terobsesi banget ama bintang polaris ini...selain namanya yang entah gimana menarik buat saya..polaris...polaris..bagus kan diucap?? juga karena setelah saya membaca salah satu postingan berjudul "polaris" di namarappuccino.com ..disana diceritakan tentang seseorang yang ditinggalkan oleh seseorang lain yang sangat berarti untuknya. dia mengalami malam2 penuh tangis, menyiksa diri dengan meratapi seseorang itu yang bahka sudah tidak lagi peduli dengannya. lalu datang seseorang yang lain lagi..yang datang menuntun dia keluar dari kesedihan ditinggalkan. seseorang ini menunjukkan jalan bahwa bahagia bukan hanya berada di tempat yang kita suka. ada bahagia lain yang tidak akan kita dapat kalo kita sendiri yang kesana. lalu seseorang itu mengajak dia menuju ke tempat itu. ke bahagia yang selama ini dia kira hanya ada satu dalam dunianya, yaitu dulu..masa lalunya..
tapi sesorang itu mampu membuatnya merasa dicintai lagi, dan apakh tidak cukup bahagia kalo ada seseorang yang mencintaimu dan membuatmu jatuh cinta lagi, setiap hari..di cerita itu dia menyebut seseorang itu sebagai "polaris"-nya. karena seseorang itu selalu ada di sana, mau apa pun, dalam keadaan apa pun. menemani, mendukung, dan di sana. mencintainya. seperti bintang polaris yang akan selalu berada di arah utara, memberimu petunjuk, dan akan tetap di sana..

nnahhh.. saya pun jadi ingin seperti polaris untuk seseorang yang saya cintai.. dia.. saya mencintainya..
mungkin saya bukan orang yang tepat untuknya, saya jarang membuatnya tertawa, saya juga tidak bisa memberikan dia segalanya, bahkan dia sering memprotes ke'ndableg'an yang sudah alami dan berakar dalam diri saya.. tapi saya di sini.. akan selalu seperti polaris.. menemani dia, memberikan jalan menuju bahagianya, bahagia kita.. semoga saja, saya cukup terang untuk mampu memberinya cahaya bahagia..

dan tentu saja.. dia (semoga) juga tetap menjadi polaris saya.. saling menemani, mendukung, dan bersama-sama berjalan menuju bahagia..