Showing posts with label Letter Box. Show all posts
Showing posts with label Letter Box. Show all posts

Saturday, 4 January 2014

(yang) ku pikir tak (akan) bisa.

Patah hati ini, ternyata sama saja.
Mengira tak akan bisa kembali berjalan normal, tapi nyatanya berjalan menjadi semudah ini lagi.
Mengira hanya akan sepi sendiri hingga ingin mati, nyatanya teras hati kembali ramai dikunjungi.
Mengira tak akan pernah bisa melupakanmu, nyatanya pesan singkat darimu mudah terlewat tanpa sempat terbalas.
Mengira akan tak pernah bisa menolak kehadiranmu lagi, ternyata dering telponmu mudah ku abaikan.
Berpikir tak akan pernah jatuh pada orang lain lagi selain kamu, nyatanya kini aku bahagia. Bersamanya.

Inuin.

Friday, 30 August 2013

Dialog imajiner



"Hari ini aku berulang tahun...'' katanya sambil cemberut.
Aku menoleh. Ah ya, tentu saja aku lupa. Hari ulang tahun seseorang bukan sesuatu yang wajib aku ingat, kecuali ulang tahun si...
''Hhe.. Selamat. Kau menginginkan apa?'' ucapku nyengir.
Dia tau aku bisa membelikan dia sesuatu. Bukan macam bunga ataupun boneka. Ia takkan suka. Pun dia tahu, aku bisa menawarkan sebuah perjalanan ke tempat dingin seperti kaki Lawu. Sepertinya aku menjanjikan itu minggu2 lalu. Gampang. Mari.

Tapi dia masih tak berkata, masih tak memandangku. Aku tahu dia kecewa dengan ke-tidak-ingat-an-ku akan hari ulang tahunnya.

Dan dia masih tak memalingkan wajahnya kepadaku ketika tiba2 berkata...
"hatimu'' lirihnya.
Aku menoleh. Ku palingkan dagunya agar dia menatapku.
"mintalah sesuatu yang belum kau miliki'' tegasku.


*di sela2 tumpukan angket
Agustus ke-30.

Wednesday, 28 August 2013

Semoga selesai #1

Entah apa yang membuat saya berani datang ke sini. Ke kota yang mungkin akan terasa berpesona jika keadaan tak serumit ini. Aku rela menebar rupiah dari langit biru. Terbang melintasi langit2 kota yang tak ku tahu betul namanya. Dan kali ini tak ada kamu yang menyuguhkan peta dalam gerak2 tanganmu.
...