Showing posts with label Perjalanan dan Kita. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan dan Kita. Show all posts

Thursday, 21 November 2013

20 things i memorized when ...


1. Giwangan. Kau bilang ini akan sangat menyenangkan. Perjalanan bis ke Surabaya. Aku
menyangsikan.
2. Tirtonadi, Solo. Lebih bagus, seperti katamu. Berulang kali.
3. Bungurasih. Surabaya, ya?
4. Soto Lamongan. Kau suka. Kita memang beda.
5. Jember. Aku membayangkan perjalananmu sebelum ini. Kau hebat. Aku cinta.
6. Sebenarnya kita hanya akan ke Bondowoso, tapi malah ke Banyuwangi.
7. Perjalanan ke Banyuwangi. Jauh. Kau tak tersentuh.
8. Terminal Banyuwangi. Akan menyenangkan sekali kalau ke Ketapang. Lihat Bali. Norak katamu.
9. Perjalanan ke Ijen. Berhujan. Sedingin kau.
10. Paltuding. Riuh. Kontras dengan hatiku.
11. Menuju puncak kawah. Merayap.
12. Turun ke dasar kawah. Berliku. Seperti perjalanan kita. Ku rasa genggaman tanganmu. Menguatkan.
13. Api biru. Damian! Aku suka. Tapi kau tak bermata biru.
14. Dingin membekukanku. Justru di hadapanmu yang membatu.
15. Naik jalan berbatu. Maafmu tak sepanas belerang di bawah. Ku dapati beku-ku menghangat.
16. Hey, kau sempat mengejek Cina itu. Tawamu menggema. Aku jatuh cinta lagi.
17. Melihat seluruh kawah. Igirnya cantik. Kau lucu. Bermantel.
18. Kau takut angin. Dinginnya menyakitimu.
19. Perjalanan turun. Aku memang norak. Kau banyak bercanda. Iya tidak sih?
20. Pulang ke Jogja. Paiton? Besuk lihat lagi, yuk yukk yuuukk?



inuin, lagi kangen, belum pakai krim malam

Wednesday, 23 October 2013

goes to WediOmbo beach (again)

again? ya... ini kali kedua kita ke pantai Wedi Ombo, Gunung Kidul. kedua kalinya dan masih saja tanpa persiapan yang apa banget. seperti biasa diawali dengan rajukan jalan2... tapi berakhir dengan ketiduran.. ahhh.. mas banget kan.. minggu kan? iya... janji bangun pagi mungkin bakal jadi janji yang sulit untuk mas tepati.. aku sih sudah maklum.. okelah masih dalam batas toleransi.. bukankah semua hanya soal toleransi, sejauh mana kita bisa memberikan toleransi atas apa yang dia, -pasangan, kita lakukan?? *halaaahhh

kembali ke jalan2... ku kira kita ngga akan ke pantai, karena jam 2 baru ada sepakat untuk jalan dari rumah..walaupun itu masuk akal karena sepertinya aku menyebut sesuatu tentang senja dan matahari tenggelam sebelumnya... sampai pantai jam 5 aku pikir masih oke. tapi, bagaimana dengan pulangku?? bukan masalah soal pulang mas.. ngga ada yang bakal ngomel kan? beda dengan aku si anak gadis babe.. bisa berabe... tapi mas banget yang kesepakatan adalah kesepakatan... jadilah kita menuju Gunung Kidul lewat Clongop...

mana itu?? ahaa.. kalo dari rumah ku di desa Ngandong berarti jalan arah timur melewati desa Teluk (masih klaten), Watu gajah (sudah Gedang sari)... jalannya?? ehemmm... nanjaaaaaaaaaaaakkkk bgt... kemiringan?? hmmm.... auk deh ahhh... klo dibonceng mah diem aja ndak usah kakean gerak, gujengan pacare sing kenceng eheee...
dan sampelah kita di jalan wonosari itu... *engga tau jg mana... menuju pantai wedi ombo...
sampe sana? sekitar pukul 4an sore dan no signal, sorry...
jam 5.. masih panas menyengat...
edisi pecahing ombak... ahaaakkk... tapi cuma akuu.. mas ndak mau...
ini di sebelah selatan pantaii... jadi harus jalan ke selatan muterin garis pantai..
lalaaalaaaa yeyeyyeyeee...
edisi sunset... habis ini sudah ndak kelihatan, ada awan tebel di barat.. yaaahhh :(
mas : 'yen moto kamera-ne rasih dimiring2ke...'
ahahahhaha.. maaaapp


pulang jam 9 sampai rumah... ahh mati aku oohh oh mati aku... *d rumah?? sensor*

but seneng sihh... selanjutnya kita kemana? hm? ah yaaa... ngurus yudisium dulu... btw, aku dah ujian.. mas yg belumm.. semoga bisa yudisium bareng.. mungkin setelah itu kita bisa pikirkan kemana lagi... menghabiskan hari bersama, dan belajaaaarr...
terima kasih.. mas heru.. menunjukkan banyak hal, banyak tempat, yang sabar nggihh...
*sepertinya urusan terima kasih selalu dengan kalimat itu.. hahah..  Muuuaaahhh...

inuin,- sela2 revisi

Tuesday, 17 September 2013

Jalan2 ke Sarangan...

Rumah - Galmas - Klaten - Kartasura - Solo - Karanganyar - Karangpandan - Tawangmangu - Perbatasan Jateng Jatim - Cemoro Sewu - Sarangan - Magetan - Jogorogo Ngawi - Jalan Raya Sragen Ngawi - Sragen Kota - Solo - Solo Baru - Pedan Ceper - Klaten Kota - Gondangwinangun - Galmas - Rumah.


Perjalanan kali ini disponsori galau skripsi dan janji hari2 lalu yang baru kesampaian hari ini, Jum'at 13 September 2013. Galau skripsi? Iya. Kena zonk sama Pak Wakiman. Ei, juga boleh anggap kado ulang tahun yang terlambat. Pit-pit'an.

Ide untuk menyusur jalan raya Lawu ini sudah dari bulan2 lalu, ketika beli motor. Mau test-drive. Karena satu dan lain hal, ketunda-tunda..

Berangkat dari Galmas sekitar pukul 10.00am... Wuuuuusssssss... Panas2an di jalan sampai Solo-Karanganyar. Ampuuuun dah.. Beruntung sedikit mendung dan sejuk mulai menerpa ketika samapi di daerah Karangpandan. Ku kira kita hanya akan ke Candhi Cetho, eee malah dapat ide untuk sekalian dilanjut ke turun lewat timur. Ke arah Magetan. Muter balik lewat Ngawi. Sempet ng'bayangin bakal kaya apa panasnya jalan Ngawi ngulon, but it sounds great. Candhi Cetho bisa kapan2 lagi rame2.

Ngejar Jum'atan di masjid Cemoro Sewu, tapi apa daya sudah mau selesai akhirnya mampir ng'teh anget di warung basecamp. Sotonya lumayan enak lho. Biasanya bakso penthol yang di samping masjid juga, tapi kebetulan saja belum dateng. Tengah hari sih. Jam 12an.

Tepat pukul 01.00pm, lanjut jalan ke arah Magetan. Maksud hati mau mampir ke Sarangan, apa daya malas. Tapi kalau dipikir2 ya gini jalan2 tipe kita. Males turun ke obyek wisatanya, tapi malah foto2 di pinggir jalan kalau ada view bagus. Hahaha..

....First pict(s) taken....
...Jalan masuk ke Sarangan, males turun...
...Sarangan dari pinggir jalan atas, itu danaunya kelihatan...

...Biar dikata sudah sampai Madiun...
...Last pict(s) taken...

Puas foto2, lanjut jalan ke arah Ngawi, sempet tanya juga sama bapak2 arah jalan ke Solo... Dan wuuuussss... Kaya jalannya enggak nemu2 kota, pinggir ladang mulu. 

Dan ya.. Soal cuaca jalan2 kali ini lengkap.. Dari pagi cerah pas berangkat, panas terik samapi Solo, mendung sejuk di Tawangmangu, dingin berkabut di Lawu, gerimis deres di Sragen, suasana sore di Solo baru, lembayung senja di Pedan, dan langit malam di Klaten... Aihhhh....

It's so fun.... Ayyeee...
Terima kasih mas heru yang sudah menunjukkan banyak hal, banyak tempat... Aissshh...
Juga Vario AD 6083 XJ.. Tangguh..
Besuk ke Candhi Cetho.. !!

Inu in, Pojokan Perpus FIP

Saturday, 27 July 2013

backpacker ke Kawah Ijen #Juni 2013







kawah ijen sekitar pukul 06.00am
Halo, kali ini ku tulis pengalaman backpacking ke Kawah Ijen kemarin 14-16 Juni 2013. Sebenernya ide untuk menjelajah obyek wisata ini sudah dihembuskan sekitar taun 2010, sepulang dari Bromo yang waktu itu dianggep sukses dengan hanya modal 250rb saja. Tapi, karena kesibukan, waktu dan lain hal akhirnya baru kesampaian di taun 2013 ini.
Dimulai dari ajakan seorang temen (Mb des) yang lagi ada libur untuk menunaikan agenda yang sempet tertunda ini. Backpack(ing) ke Kawah Ijen. Setelah ngiklan2 untuk cari skuad yang cukup, tapi berakhir hanya dengan dapet 4 personil; Mas heru (tentu saja), aku (skuad melu2), Mba Des (Kedokteran gigi UMY), plus Fury (Undip).

Kawah Ijen
terletak di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso Jawa timur, banyak orang bilang kawah ijen adalah gunung paling menakjubkan di indonesia.  kawah ini memiliki danau dengan volume 36 juta meter kubik yang kaya dengan kandungan asam belerang.

Perjalanan
Trip dimulai dari Jogjakarta, berangkat pukul 10.00 malem dari Terminal Giwangan menuju Surabaya naik Bus Sumber Kencono Group. Biasanya agak lama transit di terminal Tirtonadi Solo. Pukul 00.15 dini hari kmaren itu baru berangkat dari Solo. sampai di Terminal BungurAsih Sby sekitar pukul 06.30 pagi dan disambut dengan rintik hujan gerimis. setelah cuci2, dan makan di Stand Soto Lamongan perjalanan dilanjut ke Jember dengan Bus antar kota berangkat dari Bungurasih pukul 07.30 pagi. *kata mas heru sopirnya mirip vokalisnya SID..ahh sapa nama lupa*. perjalanan ke Jember ini ternyata makan waktu yang lama *baru tahu* sekitar 5 jam'an melewati kota Probolinggo, Lumajang, Pasuruan *kayaknya sih*. sampai di terminal Tawang Alun pukul 12.10 siang. rencana awal habis dari jember akan langsung ke Bondowoso, tapi karena pertimbangan kelayakan jalan menuju paltuding akhirnya beralih melewati jalur Banyuwangi. dan ini ternyata pilihan yang saaalaaahh, karena lamaaaanyaaa ternyata...dari banyuwangi ujung barat ke banyuwangi ujung timur, naik Bus Patas rasa angkot kota *leletnya beuuh*, dan baru sampai terminal banyuwangi pukul 05.00 sore, terang saja sudah engga ada Line ke Licin. di sisa2 kelelahan dan kekesalan akibat perjalanan panjang, kita cari dulu makan dan harus makan nasi Padang, jalan sampe depan UNTAG *univ di Banyuwangi getu*, sempet kenalan juga sama mas2 mahasiswa sana yang kebetulan juga rumahnya di daerah Licin. setelah dibantu mas nya nego line, akhirnya dapet juga angkutan yang bisa bawa kita ke Desa Licin *bapaknya baik banget pula*, sempet stay di Masjid licin, nego2 ama calo Jepp, nego ama temennya masnya yng punya Pick up, akhirnya milih naik Pick up malem2, ujan2 menuju Paltuding. sekitar pukul 10.00 malem dan sampe sana pukul 11an. dan jalannya?? sereeeeemm bet..gelap, licin, tengah hujan, nanjak, nikung-tajem.
Transportasi
Terminal Giwangan Jogja - Terminal Bungurasih Surabaya (8jam'an) .....38ribu
makan pagi soto lamongan .....8ribu
terminal bungurasih Sby-terminal tawangalun jember (4jam'an).....24ribu
terminal tawangalun jember-terminal banyuwangi (5jam'an).....18ribu
makan nasi padang .....20ribu
terminal banyuwangi-licin-paltuding (2jam'an).....15ribu + 35ribu
jajan2 di paltuding.... 50ribu
paltuding-bondowoso (2 jam'an)....50ribu
bondowoso-surabaya (6jam'an)....24ribu
surabaya-jogja ....38rb
*ini kalau lancar, soalnya klo sudah sore engga ada angkutan ke licin, dan dari licin harus nyewa hartop, bisa sih nego sama supir line suruh anter ke licin, biasanya sih minta ongkos gag tanggung2, pinter2 nego aja*

merayap ke kawah
jam 01.00 malem itu biasanya sudah banyak pendaki yang siap2 untuk naik..kebanyakan turis asing yang di guide'in ama penambang belerang di sana..*biaya lagi*.. kita sih nyuma ngikut ama mas2 dari indonesiavirtual.com yang lagi ada job motret2 wisata di jatim.. lagi pula ada mas heru dan fury yang sudah jago naik gunung..
trek menuju puncak kawah ya ampuuunnn... naikk zigzag mulu.. engga ada deh bonus2..skitar 3km dari basecamp..jalanan sih karena habis hujan gerimis justru malah enak.. tanahnya padet..kira2 butuh waktu 2jam lahh.. karena yahh siput kan yahh.. sudah sampai di bibir kawah, masi harus turun kawah untuk liat api biru, nahh turunnya ini kalo cewek2 harus ada guide nya dehh.. curamm.berbatu..belak-belok..licin pula habis hujan.. biaya yah skitar 50rb.. dan di sini bau belerang sudah menyengatt.. pas perjalanan ke bawah sih sebenernya sudah bisa liad api biru, justru kemarin ketika mendekat asap belerangnya naik nyerang pengunjung.. beeehhh... rasanya engga nahaan.. bikin batuk, mata perih, baunya bikin mual dan pusing, karena panik juga waktu itu langsung kembali naik, belum sampe di atas hujan gerimis.. lengkap sudahh dehh..tambah angin lumayan sembribit..
api biru
tapi emang kereeeenn banget.. cantik igir-nya...bsuk akhir agustus tuh rencana kesana lagiii..kalau jadii.. hehhe

agenda terdekat :
Pendakian semeru 15 Agustus 2013
Kawah Ijen akhir Agustus 2013