Tuesday, 16 December 2014

Saya... bukan seperti wanita kebanyakan.

Atau... malah seperti wanita kebanyakan.

1. Saya tidak suka kucing. Lebih tepatnya tidak suka hewan peliharaan. Selama 22 tahun, saya belum pernah memelihara hewan apapun. Hey, mungkin pernah. Selama satu hari. Hari berikutnya ikan pemberian anak di sekolah itu mati. Saya.. sama sekali tidak tahu sebabnya.

2. Saya tidak suka menanam bunga. Merawat apalagi. Kalaupun di rumah ada pot-pot bunga, atau besuk di rumah baru ada taman; itu sih mode default aja.

3. Kata pak guru di sekolah yang pernah melihat saya memegang pisau, saya tidak bisa masak, katanya. Walaupun saya yakin itu penilaian sok tau-nya saja. Saya sih bisa.. IYA BISA. Coba tanya bapak saya!

4. Pekerjaan rumah tangga yang paling saya benci adalah mencuci baju...manual. "Mas, besuk istrimu ini minta mesin cuci itu ada di top-list alat rumah tangga yang harus dibeli. Ya? Aku sayang kamu, Mas!"

5. Ndak bisa dandan. Sampai umur 22tahun, masih sering grogi kalau ke toko kosmetik. Bingung euy. Ndak paham macem-macemnya dan apa yang dimau atau dibutuhin. Seringnya sih impulsive atau gampang kemakan iklan. Hasilnya? Ya getu.. kadang nggak cocok. "Ini juga lagi belajar kok, Mas.. biar kalau kondangan ngga malu-maluin."

6. Tahu pekerjaan impian saya apa? Penjaga perpustakaan.

7. Cuma punya sepatu kerja satu, crocs 1 pcs, wedges 1 pcs, dan kalau kemana-mana pakainya sandal jepit.

8. Begitu juga dengan tas. Ndak punya banyak.

Saya... ndak seperti wanita kebanyakan, kan? Kan!

#inuin

Monday, 15 December 2014

What I mean about...

Jealous (adj); if there's someone remember you the way I do.

Hatred (n); you gimme hundred reasons for me to hate you..but no, there's just a reason.. the one I couldn't do but you could.. walked away.

Respect (n); when your friend remember me as yours, then they say hi properly.

Friday, 3 October 2014

#20FactsAboutMe

1. I'm 22 years old. Iya, baru dua-dua. Slalu, masih dianggep anak kecil. Hih.
2. Obsesi diperlakukan, dihargai intelektualitas emosionalnya sebagai wanita dewasa. Tapi balik lg ke nomor satu. Fail.
3. Ngga punya kakak laki. Pengen banget punya.
4. Bisa bayangin, mengidap brother complex kalau ada kakak laki.
5. Tidak pernah jadi "pusat" perhatian dalam suatu kelompok. But, it feels comfortable at least.
6. Tidak pernah punya crush sama mas2 yang ngajar di tpa.
7. Pas smp pernah naksir temen sekelas. Ada satu moment liat2an sama doi sampe beberapa menit, ketahuan temen belakang meja. Ugh.
8. Tidak suka pramuka dan kegiatan kelompok terorganisir outdoor lainnya. Di-skors-ing sampe 20an poin pas sma gegara skip pramuka.
9. Kenal nyontek dan kenakalan sekolah lainnya di kelas 2 sma. Beberapa kali novel disita sama guru.
10. Pacar lima langkah dari rumah? Pernah.
11. Pengen banget masuk studi bahasa inggris, mentok di pgsd. Euh.
12. Anaknya dendaman. Banget.
13. Delusional.
14. Book-slut. They're just too hot, breath-taking, sweet and I always love reading.
15. Didn't get along enough with family since all of my choice for my life got rejection from them.
16. Punya temen gay dan pernah tahu aktivitas ke-gay-an-nya. Sekarang lost contact.
17. Belum pernah ke bali.
18. Ngga pernah suka jalan-jalan / belanja di Malioboro. Ugh. Panas, padet, capek.
19. Kamarnya berantakan banget. Tapi selalu merasa nyaman. Screw you who criticize!
20. Merancang mas depan sama mas heru mianto. Amin.

Wednesday, 20 August 2014

#30HariMenulisSuratCinta

Selamat datang kembali. Mari berbagi rumah. Lihat yang di sudut-sudut itu. Aku membenci mereka. Mungkin seperti kamu membenciku.

Ditulis maret 2014.

Sunday, 10 August 2014

They yelled me "Bu Ratriiiiiii bla bla bla" a lots.

"Bu Ratriii.. Mas wahyu tadi njiwiti Mbak Selvi lho Bu!!!"
Dan bla bla bla...

Tiap hari bisa dengar kalimat-kalimat macam begitu belasan bahkan puluhan kali. Yeah. Ngajar anak SD memang harus siap dengan segala macam keluhan sepele anak. Mau pipis lah, bolpoin diambil temen lah, tanya pelajarannya apa, hari ini pulang jam berapa, dan bla bla bla yang njengkelinnya lagi keluhan dan pertanyaan-pertanyaan yang sama keluar dari setiap anak. Ya kalau ada si anak tanya dan dijawab terud yang lain memperhatikan dan ikut paham mah semua terkendali. Lha ini baru juga dijawab, anak lain ngajuin pertanyaan yang sama. Nganyelke.

Dua minggu sudah full time masuk kelas, walaupun belum lumayan efektif. Dari pengamatan dan seiring pengalaman kelasku ini.....kelas yang ruaaaameeee war biyasak banget-banget. Anaknya 33, kebanyakan lakinya, kelas lapis kedua; sing bijine di bawah, ada ABK satu, yang 'nakal' cengkre? Jangan tanya.. banyak! Dan masih pada kebiasaan dituntun segala macemnya kayak di kelas dua. Huh.

I know I'm a amateur teacher. When I'm choosen to be Wali kelas 3B ibnu rushd I was like... really?? Ohhh Please drag me to 3A ar-razi class!!!! *hysterical* Sempet juga mikir positif "okay, ini apresiasi dan tantangan" tapi setelah guru-guru lain pada guyon memperingatkan "Jos jos lho Bu anaknya.. si itu begini begitu bla bla" langsung negatif. :(

Dapat jadwal ngajar 20an jam.. BI, PKn, Agama (Kemuh, Fiqih, AqidahAkhlak), BJawa. So far.... is good. Hhe.. dari tadi ngeluh terus kan ya.

Hey, but this is my way. Masalah amatir bisa belajar sambil jalan. Wibawa di depan anak-anak, guru lain, kepala sekolah juga butuh proses dengan kerja yang sesuai aturan, etika dan tetap berusaha meningkatkan kemampuan, demi apa? Demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Halah, ngomong apa ini!

So.. it's just my beginning story about my 'little monstars' 3B ibnu rushd.. Hope will countinue with a hepi hepi stories.. ngga ngeluh mulu.

Bu ratri, mau toyyan.
APA ITU TOYYAN?? *ternyata pipis*
Ngga bisa basa arab lu!! Hehhe.